Sebuah Catatan Perjalanan : Hadiah Terindah
Haloo Para pembaca!
Senang sekali akhirnya bisa punya waktu untuk menulis di Blog ini 😁
Hm, sebelumnya pernahkah terlintas didalam pikiran teman-teman seperti ini :
"Hidup ini kan sementara, suatu saat saya akan mengalami yang namanya kematian. Lalu kira-kira saya masuk Surga atau Neraka ya ?" 😕.
atau
Pernahkah ada orang yang bertanya kepada teman-teman seperti ini :
" Kelak kalau kamu dipanggil Tuhan, kira-kira kamu masuk Surga atau Neraka kawan ? "
Setiap orang pasti ingin masuk Surga. Siapa sih yang tidak mau mendapat hidup penuh kebahagiaan selama-lamanya di Surga ? Saya aja mau, hehe
Tapi persoalannya adalah kita semua pernah melakukan dosa bahkan mungkin tidak bisa dihitung berapa banyak dosa yang kita buat. Kalau dosa mana mungkin bisa masuk Surga kalau begitu 😔
Saya pernah mengalami kebingungan seperti itu dan takut ketika memikirkan hal itu. Nah, kali ini saya ingin membagikan pengalaman hidup saya tentang hal ini dan bagaimana saya tahu kalau saya bisa mendapat hidup selama-lamanya di Surga.
Saya
lahir dalam keluarga yang memiliki keyakinan yang berbeda-beda namun saya di
didik dalam kepercayaan Kristen sejak kecil oleh ayah saya. Saya termasuk anak
yang tidak neko-neko. Saya bergaul dengan orang-orang yang rajin, tidak suka
berkata kotor dan sering terlibat dalam perkumpulan ibadah orang-orang Kristen
sehingga itu membuat saya suka akan hal-hal rohani. Saya juga sering terlibat
aktif dalam organisasi rohani di gereja dan sekolah. Walau saya melakukan
hal-hal kebaikan seperti itu, saya juga masih terus melakukan dosa. Walaupun
saya dikenal sebagai orang yang pendiam, saya tipe anak yang suka mencontek.
Saya biasanya mencontek ketika ujian atau sedang mengerjakan PR, karna saya
ingin mendapatkan nilai yang baik.
Persoalan dalam diri saya yang lain adalah minder. Saya minder sekali karena
saya merasa diri saya tidak cantik. Ketika saya harus tampil didepan atau
sedang bersama teman yg lain saya malu sekali akan diri saya sendiri sehingga
saya cenderung diam dan enggan berelasi dgn orang. Selain itu saya juga punya
ketakutan akan kematian. Ketakutan akan kematian itu muncul ketika saya sedang
berpergian atau ketika ada orang yg meninggal dunia, Itu membuat hati saya
tidak tenang selama berpergian.
Tahun 2009, sewaktu saya kelas 1
SMA, saya mengikuti ibadah di sekolah dengan kakak kelas dan alumni. Waktu itu
dibagi kelompok-kelompok kecil dan saya bersama dengan seorang kakak. Kakak itu menanyakan tentang bagaimana kalau suatu saat saya dipanggil Tuhan, saya akan masuk ke mana. Saya bingung jawabnya karena tidak tahu akan ke mana. Lalu kakak ini menjelaskan tentang manusia dan Tuhan dimana yang dulunya tidak terpisahkan
menjadi terpisah karena dosa manusia. Semua orang berdosa termasuk saya, hal ini tertulis dalam Roma 3 : 23 dan
kakak itu berkata bahwa orang yang berdosa akan mendapatkan hukuman yg pasti
yaitu di dalam neraka. Bahkan usaha apapun dari saya seperti beribadah atau
berbuat baik itu menurut Yesaya 64:6 dikatakan seperti ini "Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan seperti daun dilenyapkan oleh angin". Seperti kain kotor yang artinya sia-sia
atau tidak berguna. Satu-satunya yang sanggup menyelamatkan saya adalah Tuhan
Yesus. Tuhan Yesus telah mati dan bangkit sehingga terbentuklah suatu jembatan
yang menghubungkan manusia dengan Tuhan. Kakak itu menjelaskan cara melewati
jembatan itu adalah dengan mendengar dan percaya kepada Tuhan Yesus maka ketika
orang mau mendengar dan percaya kepada Tuhan Yesus, ia akan mendapat hidup
kekal dan tidak turut dihukum sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam
hidup seperti yang dikatakan Firman Tuhan di dalam Yohanes 5:24 (Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup). Ayat ini yang
membuat saya mau menerima Tuhan Yesus dan saat itu saya berdoa mengakui
dosa-dosa saya, mengaku percaya bahwa Tuhan Yesus sudah mati dan bangkit bagi
saya dan mengundangnya masuk dalam hati.
Sejak saya bertobat waktu itu
perasaan saya lega dan saya yakin bahwa dosa-dosa saya sudah diampuni semuanya
serta saya mendapat hidup kekal sehingga ketika saya mati sewaktu-waktu saya
akan masuk surga. Inilah hadiah terindah yang Tuhan berikan di dalam hidup saya. Oleh karena itu saya sudah tidak takut lagi akan kematian.
Setelah waktu itu, saya ditolong bertumbuh di dalam kelompok pendalaman alkitab. Hidup saya mulai diatur sesuai kebenaran Firman Tuhan. Saya diajari
bagaimana punya waktu teduh dengan Tuhan setiap pagi, mendalami alkitab,
mengalami jaminan dari Allah dan bersyukur jaminan-jaminan itu boleh saya
alami. Salah satu jaminan yang saya
alami waktu itu adalah jaminan kemenangan atas pencobaan dimana saya
dimenangkan Tuhan untuk tidak mencontek lagi. Ketika itu saya mencoba tidak
mencontek, namun masih sempat jatuh bangun tetapi saat awal kuliah kebiasaan
mencontek itu sudah berhenti. Saya bersukacita sekali akan hal itu. Walau saya
masih menjadi orang yang pendiam dan minder. Tetapi berjalannya waktu, saya
ditolong melalui kelompok pendalaman alkitab bahwa saya anak
Allah dan dari situ saya menjadi lebih berani tampil didepan orang dan juga
berelasi dengan orang serta diperlengkapi banyak hal lainnya yang membawa watak
saya menjadi lebih baik.
Bagaimana denganmu, kawan ? Apakah anda mau mendapatkan pengampunan dosa dan kehidupan yang kekal seperti yang saya alami ? Jika iya, Nyatakanlah pertobatan dan iman anda kepada Tuhan Yesus saat ini juga di dalam doa dgn mengaku bahwa anda adalah orang berdosa dan patut dihukum dan mau bertobat dari dosa-dosa anda, lalu mengaku percaya bahwa Tuhan Yesus sudah mati untuk mengampuni dosa anda dan bangkit untuk memberi hidup kekal bagi anda serta undanglah Dia masuk ke dalam hati, maka Janji-Nya dalam Yohanes 5:24 akan anda terima juga 😊.
Tuhan memberkati
Bagaimana denganmu, kawan ? Apakah anda mau mendapatkan pengampunan dosa dan kehidupan yang kekal seperti yang saya alami ? Jika iya, Nyatakanlah pertobatan dan iman anda kepada Tuhan Yesus saat ini juga di dalam doa dgn mengaku bahwa anda adalah orang berdosa dan patut dihukum dan mau bertobat dari dosa-dosa anda, lalu mengaku percaya bahwa Tuhan Yesus sudah mati untuk mengampuni dosa anda dan bangkit untuk memberi hidup kekal bagi anda serta undanglah Dia masuk ke dalam hati, maka Janji-Nya dalam Yohanes 5:24 akan anda terima juga 😊.
Tuhan memberkati
Komentar
Posting Komentar